Journal Digital 001Journal Digital 002Journal Digital 003Journal Digital 004Journal Digital 005Journal Digital 006Journal Digital 007Journal Digital 008Journal Digital 009Journal Digital 010Journal Digital 011Journal Digital 012Journal Digital 013Journal Digital 014Journal Digital 015Journal Digital 016Journal Digital 017Journal Digital 018Journal Digital 019Journal Digital 020Game Digital 001Game Digital 002Game Digital 003Game Digital 004Game Digital 005Game Digital 006Game Digital 007Game Digital 008Game Digital 009Game Digital 010Game Digital 011Game Digital 012Game Digital 013Game Digital 014Game Digital 015Game Digital 016Game Digital 017Game Digital 018Game Digital 019Game Digital 020berita 0001berita 0002berita 0003berita 0004berita 0005berita 0006berita 0007berita 0008berita 0009berita 0010berita 0011berita 0012berita 0013berita 0014berita 0015berita 0016berita 0017berita 0018berita 0019berita 0020Artikel 89001Artikel 89002Artikel 89003Artikel 89004Artikel 89005Artikel 89006Artikel 89007Artikel 89008Artikel 89009Artikel 89010Artikel 89011Artikel 89012Artikel 89013Artikel 89014Artikel 89015Artikel 89016Artikel 89017Artikel 89018Artikel 89019Artikel 89020jawatengah UMKM 899001jawatengah UMKM 899002jawatengah UMKM 899003jawatengah UMKM 899004jawatengah UMKM 899005jawatengah UMKM 899006jawatengah UMKM 899007jawatengah UMKM 899008jawatengah UMKM 899009jawatengah UMKM 899010jawatengah UMKM 899011jawatengah UMKM 899012jawatengah UMKM 899013jawatengah UMKM 899014jawatengah UMKM 899015jawatengah UMKM 899016jawatengah UMKM 899017jawatengah UMKM 899018jawatengah UMKM 899019jawatengah UMKM 899020LSP Lemhanas 799001LSP Lemhanas 799002LSP Lemhanas 799003LSP Lemhanas 799004LSP Lemhanas 799005LSP Lemhanas 799006LSP Lemhanas 799007LSP Lemhanas 799008LSP Lemhanas 799009LSP Lemhanas 799010LSP Lemhanas 799011LSP Lemhanas 799012LSP Lemhanas 799013LSP Lemhanas 799014LSP Lemhanas 799015LSP Lemhanas 799016LSP Lemhanas 799017LSP Lemhanas 799018LSP Lemhanas 799019LSP Lemhanas 799020ejurnal Setianudi 001ejurnal Setianudi 002ejurnal Setianudi 003ejurnal Setianudi 004ejurnal Setianudi 005ejurnal Setianudi 006ejurnal Setianudi 007ejurnal Setianudi 008ejurnal Setianudi 009ejurnal Setianudi 010ejurnal Setianudi 011ejurnal Setianudi 012ejurnal Setianudi 013ejurnal Setianudi 014ejurnal Setianudi 015ejurnal Setianudi 016ejurnal Setianudi 017ejurnal Setianudi 018ejurnal Setianudi 019ejurnal Setianudi 020

Origine Motorsport Mandalika: Raih Kemenangan Race 2 GT3 Asia 2025

Origine Motorsport Mandalika

Origine Motorsport Mandalika: Raih Kemenangan Race 2 GT3 Asia 2025

majuterus99.biz.id – Tim Origine Motorsport Mandalika mengukir prestasi gemilang pada Race 2 GT3 World Challenge Asia 2025 di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada Minggu, 11 Mei 2025. Duet pebalap Bob Yuan dan Leo Ye menunjukkan performa dominan, merebut posisi pertama dengan 60 poin. Ribuan penggemar memadati tribun, menyaksikan aksi 34 tim supercar yang bersaing ketat. Untuk itu, artikel ini mengulas kemenangan tim, performa pesaing, dan dampak acara bagi motorsport Indonesia.

Origine Motorsport Mandalika Kuasai Lintasan

Bob Yuan dan Leo Ye dari Origine Motorsport Mandalika memimpin sejak lap awal dengan Porsche 911 GT3 R. Yuan melesat cepat dari pole position, sementara Ye mengambil alih setelah pit stop, mempertahankan keunggulan meski Safety Car sempat mengganggu ritme. Tim ini finis 5,3 detik di depan lawan, mengamankan poin maksimal. Strategi cerdas dan manajemen ban menjadi kunci, memungkinkan mereka mengatasi tikungan menantang Mandalika. Dengan demikian, Origine Motorsport Mandalika tidak hanya mendominasi Race 2, tetapi juga mempertahankan momentum kemenangan dari Race 1.

Kemenangan ini menempatkan tim di puncak klasemen sementara, mengukuhkan reputasi mereka sebagai favorit di seri Asia. Penggemar di Tribun A riuh bersorak, terpesona oleh aksi overtake dan kecepatan mobil GT3.

Podium dan Persaingan Ketat

Phantom Global Racing, dengan Anthony Liu dan Dorian Boccolacci, merebut posisi kedua dengan 41 poin. Mereka menampilkan perjuangan sengit, meski kehilangan waktu di pit stop. Johor Motorsport Racing, diwakili Prince Jefri Ibrahim dan Alexander Sims, melengkapi podium dengan 37 poin, unggul di kelas Pro-Am. Winhere Harmony juga mencuri perhatian di Silver Cup, finis keempat keseluruhan dengan Chen Weian dan Deng Yi.

Persaingan ketat terlihat ketika Craft-Bamboo Racing dan Team KRC BMW berusaha mengejar, meskipun beberapa tim terhambat penalti. Dengan demikian, Origine Motorsport Mandalika membuktikan konsistensi di tengah kompetisi sengit, membuat Race 2 penuh drama.

Antusiasme Penggemar di Sirkuit Mandalika

Ribuan penggemar lokal dan internasional memenuhi Tribun A Sirkuit Mandalika, menciptakan atmosfer meriah. Mereka mengagumi deretan supercar seperti Mercedes-AMG, Nissan GT-R, dan Lamborghini yang berlomba dengan kecepatan penuh. Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, memuji antusiasme ini dan kualitas penyelenggaraan. “Kami bangga menjadi tuan rumah ajang kelas dunia ini,” ujarnya kepada media usai balapan.

Priandhi menegaskan bahwa kehadiran 34 mobil GT3 membuktikan kelayakan Mandalika sebagai venue internasional. Ia juga mengucapkan selamat kepada Origine Motorsport Mandalika atas kemenangan mereka, berharap acara ini menjadi pemicu lebih banyak kejuaraan global di Indonesia.

Dampak bagi Motorsport dan Pariwisata Indonesia

GT3 World Challenge Asia 2025 di Mandalika menandai langkah besar bagi Indonesia sebagai pusat motorsport Asia. Sirkuit sepanjang 4,3 km dengan 17 tikungan ini memenuhi standar FIA, menarik perhatian tim dan sponsor global. Priandhi menilai kemenangan Origine Motorsport Mandalika sebagai dorongan untuk talenta lokal seperti Setiawan Santoso, yang menang di supporting race Mandalika Festival of Speed.

Acara ini juga mendongkrak pariwisata Lombok, dengan hotel dan kuliner lokal melaporkan peningkatan pendapatan hingga 30%. Sponsor seperti Pertamina Lubricants untuk tim Lamborghini memperkuat citra nasional. Dengan demikian, Origine Motorsport Mandalika tidak hanya meraih trofi, tetapi juga memajukan ekonomi daerah.

Strategi Kemenangan Tim Origine Motorsport

Keberhasilan Origine Motorsport Mandalika berasal dari strategi matang. Yuan fokus pada start agresif, menjaga posisi di lap awal, sementara Ye memaksimalkan kecepatan di lintasan lurus. Tim mengatur pit stop dengan presisi, memanfaatkan periode Safety Car untuk menghemat waktu. Penggunaan ban Pirelli yang optimal juga membantu mereka mengatasi panas lintasan. Sebagai contoh, di Race 1, strategi serupa membawa mereka bangkit dari posisi keenam.

Taktik ini terbukti efektif, memberikan 25 poin plus bonus, menjaga jarak dari Phantom Global Racing. Dengan demikian, pendekatan ini menjadi model bagi tim lain di seri berikutnya.

Peluang dan Tantangan Motorsport di Indonesia

Kemenangan Origine Motorsport Mandalika membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah reguler GT3 Asia, setelah absen pada 2022 akibat pandemi. Namun, tantangan seperti logistik dan biaya operasional tetap ada. MGPA perlu mempertahankan standar tinggi, dengan dukungan SRO Motorsports untuk menarik lebih banyak tim. Kolaborasi dengan sponsor nasional juga krusial untuk keberlanjutan.

Seri berikutnya di Buriram, Thailand, pada akhir Mei 2025, akan menguji konsistensi tim. Indonesia berharap Mandalika menjadi agenda tetap, seperti MotoGP. Dengan demikian, kemenangan ini menjadi fondasi bagi pertumbuhan motorsport.

Masa Depan GT3 Asia dan Mandalika

Kemenangan Origine Motorsport Mandalika memperkuat posisi Porsche di klasemen, dengan peluang mempertahankan gelar di sisa musim. Sirkuit Mandalika, dengan fasilitas kelas dunia, siap menarik event lain seperti Fanatec GT Asia. Prestasi ini juga menginspirasi pebalap muda Indonesia untuk bersaing global. Dengan demikian, Origine Motorsport Mandalika menjadi simbol kemajuan, mendorong Indonesia sebagai pusat motorsport dan pariwisata Asia.

Back To Top